Motivation
Letter
Melalui
motivation letter ini aku ingin menceritakan pengalaman dan apa yang memotivasi
diri aku hingga saat ini. Aku ingin sedikit bercerita tentang keinginan yang
ada dalam diriku. Dulu aku bukanlah orang yang terlalu berambisi, sampai tiba
saat di mana aku selalu merasa gagal. Saat itu, aku terus mengintropeksi diri
agar bisa menjadi lebih baik untuk ke depannya. Aku mulai menata diri, berusaha
untuk tegas terhadap diri dan membuat batasan-batasan.
Selain
keinginan dari diri sendiri untuk berubah, ada orang tua aku yang selalu
mendukung dan membantu aku ketika aku merasa kesulitan. Mereka selalu memberiku
nasihat, gambaran dan arahan agar aku dapat menentukan pilihan ke depannya. Menurutku, orang tuaku sangat suka mengasah pemikiranku. Mereka sering mengajakku bertukar
pikiran agar aku perlahan mengerti bagaimana kehidupan sebenarnya. Mereka
mengajariku untuk tetap rendah hati, karena katanya “Jika pintar tapi sombong,
mana ada orang yang akan bangga kepadamu.” Mereka mengajariku apa arti hidup
itu sebenarnya. Melihat mereka berusaha membesarkan, merawat, dan memenuhi
semua kebutuhanku. Aku memiliki keinginan untuk membanggakan mereka.
Aku tidak ingin hanya menjadi orang yang menyusahkan. Aku memiliki keinginan untuk menolong sesama selama aku masih mampu. Karena didikan dari orang tuaku, aku menjadi anak yang sangat suka mengamati karakter orang sehingga S2 nanti aku ingin mengambil jurusan psikolog. Aku ingin mengetahui sedikit lebih dalam mengenai sifat-sifat manusia dan bagaimana cara mengendalikan diri. Sampai suatu saat aku bertemu dengan seorang tukang parkir, dan ia bertanya soal perkuliahan padaku. Tukang parkir itu bilang bahwa dia tidak tahu bagaimana cara mendaftar kuliah sehingga dia bertanya padaku. Selain itu juga karena dia memiliki teman yang mempunyai anak sebayaku yang ingin berkuliah di Universitas Brawijaya tetapi tidak bisa menguliahkan anaknya karena takut biayanya mahal. Lalu aku menjelaskan sebisaku mengenai pendidikan dan seputar dunia perkuliahan. Mendengar cerita orang itu, hatiku tergerak untuk bisa lebih melihat masyarakat kecil yang memiliki semangat tinggi. Aku ingin mengadakan penyuluhan kepada masyarakat terkait edukasi, aku ingin membuat mereka memiliki pikiran atau wawasan yang luas, dan aku ingin mereka tidak kalah saing dengan orang-orang yang berpendidikan. Aku ingin ketika aku sukses nanti aku bisa menolong mereka sehingga standar kehidupan mereka bisa meningkat. Oleh karena itu, saat ini aku berusaha untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin serta mencari pengalaman yang bisa aku jadikan bekal untuk masa depanku kelak. Di samping hal tersebut, aku juga ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin karena menurutku belajar tidaklah mengenal usia. Aku memiliki cita-cita untuk bersekolah di luar negeri. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya bersekolah di negeri orang dan belajar hidup mandiri.
Semakin dewasa aku merasa dituntut menjadi orang yang lebih bijak. Melihat masih banyak anak yang kurang beruntung daripada aku membuatku termotivasi untuk tidak menghabiskan waktu masa mudaku dengan hal-hal yang kurang penting. Aku berharap agar semua cita-cita dan impianku dapat menjadi kenyataan. Tetapi, tidak ada kesuksesan tanpa ada kerja keras dan doa serta tidak ada hasil yang langsung sukses tanpa adanya kegagalan. Jadi marilah kita sebagai generasi muda memanfaatkan waktu dengan baik, mengembangkan potensi yang dimiliki, mau menolong orang lain tanpa pandang bulu, dan memiliki cita-cita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Komentar
Posting Komentar